BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 05 Februari 2011

S E L A M A N Y A

hay , malem ini jalan keliling kota kayaknya seru deh. Tapi, sikonnya gga mendukung, angin kenceng dan mulai gerimis. Jalanan juga terlihat kacau, perlahan jalanan yang awalnya terlihat kasar dan biasa saja kini berubah menjadi berbintik , berair dan licin. Harus berhati-hati. Dan, setiap aku mencoba tuk melangkah rasa hingar bingar yang tadinya sangat kacau berubah menjadi sunyi. Membuatku merasa sepi dan putus asa, yang kemudian mendekat pada jalan tersunyi. Berusaha untuk merubah beberapa hal yang membuatku mati ketika jatuh, harusnya ketika nanti aku berjalan kembali disitulah aku bisa bangun. Namun, malam ini nihil.
Mari kita berjalan lagi, sedikit jauh mendekat pada kursi di tengah taman kota. Disisi kananku sekelompok manusia sedang membuat wacana, bahwa ketika nanti seseorang menyaksikan mereka seperti aku saat ini, saat itulah mereka tau bahwa mereka adalah sekelompok orang yang sedang menawarkan barang, sepertinya kerajinan untuk wanita. Aku tak tau pasti, namun sepertinya itulah yang dapat ku gambarkan. Mereka berkumpul, menggunakan pakaian yang sama, senyum yang sama dan tujuan yang sama. Ahh, rasanya tak ada yang menarik. Aku diam.
Hmm, setelah seperti ini apa yang harus ku lakukan. Kusandarkan tubuhku pada sandaran kursi. Kuraba isi tasku, kucari kotak kecil tempatku mengadu, benda inipun tetaap bergeming pada kesunyian. Mmm, dari sisi kiriku kudengar senandung dari sebuah gitar para remaja yang labil. Mereka memainkan alat musik apa saja yang mereka bawa selain gitar menyatukannya menjadi alunan hati yang ngilu. Ada satu lagu yang selalu ingin ku nyanyikan dihadapan banyak orang, taukah kamu satu lagu original sound track Kambing Jantan dari penulis kocak Raditya Dika yang dinyanyikan seorang wanita-yang aku belum sepenuhnya mengenal manusianya dan aku juga sedikit lupa dengan judulnya :D- kurang lebihnya seperti ini....
Ketika hati ini tetapkan pilihan, adakah kuasa diri tuk coba abaikan,  selalu ku katakan engkaulah yang terjaga, dalam setiap langkah kau tuntun  mimpiku , meski waktu datang dan berlalu kau takkan lekang dan terganti, selamanya...
 Dan baru saja ku ingat judul lagu indah ini "Selamanya". Ya, mugkin saja ada saatnya nanti mimpi ini membawaku kembali untuk merubahmu menjadi seperti yang ku ingini. Masihkah kamu setia dengan tulisan kacau ini ? bahkan ketika aku mulai lelah untuk melanjutkannya. Tapi, hingga sampai saat ini pun aku masih ingin untuk membaginya padamu. Sebenarnya apa yang ku rasa kapanpun dan dimanapun seperti saat ini adalah rasa sepi yang mulai membumbung di puncak puncak bukit. Memang belum tinggi, namun rasanya sangat menyiksa.
Hey, mm.. pernahkah kamu merasakan apa yang kurasakan ? sepi ini sudah di ubun-ubun rasanya. Namun tak juga segera ku temukan jawabannya.

0 komentar: